MAKALAH MANEJEMEN PEMASARAN
DIFERNSIASI
DAN POSITIONING PASAR
Oleh:
DEVI EKO
SETYANINGSIH
B.133.13.0077
DIII
MANAJEMEN PERUSAHAAN
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
SEMARANG
2014
DIFERENSIASI
A. BAGAIMANA MELAKUKAN DIFERENSIASI
Crego dan Schiffrin menyatakan bahwa
organisasi yang berorientasi pelanggan harus mempelajari apa yang dihargai oleh
konsumen dan kemudian menyiapkan suatu tawaran yang melebihi harapan mereka. Sedangkan
yang harus dilakukan adalah :
1.
Mendefinisikan
model nilai pelanggan
Perusahaan
pertama-tama mendaftarkan semua factor produk dan jasa yang mungkin
mempengaruhi persepsi nilai pelanggan sasaran.
2.
Membentuk
hierarki nilai pelanggan
Perusahaan sekarang menempatkan
tiap factor pada salah satu dari empat kelompok: dasar, yang diharapkan, yang
diinginkan, dan yang tidak diantisipasi.
3.
Menentukan
Paket nilai pelanggan
Sekarang perusahaan memilih
kombinasi produk berwujud dan tak berwujud, pengalaman, dan hasil pikiran yang
dirancang untuk melebihi para pesaing dan memenangkan kesukaan serta kesetiaan
pelanggan.
B. PENGERTIAN
DIFERENSIASI
Diferensiasi
adalah tindakan merancang satu set perbedaaan yang berarti untuk membedakan
penawaran perusahaan dari penawaran pesaing (Kotler, 1997).
Jumlah peluang diferensiasi berbeda-beda untuk
tiap jenis industri. Boston Consulting Group telah membedakan empat jenis
industri berdasarka jumlah keunggulan kompetitif yang tersedia dan ukurannya
Jumlah
Pendekatan untuk Mencapai Keunggulan
|
Ukuran Keunggulan
|
Besar
|
Volume
|
Terspesialisasi
|
|
Kecil
|
Mati langkah
|
Terbagi-bagi
|
Matrik Keunggulan Kempetitif BCG
1)
Industri Volume (Volume
Industry)
Adalah industri dimana perusahaan
didalamnya hanya dapat memperoleh sedikit keunggulan kompetitif tetapi
berukuran cukup besar.
2)
Industri
Mati Langkah (Stalemate Industry)
Adalah
industri yang didalamnya hanya terdapat sedikit potensi keunggulan kompetitif
dan masing-masing berukuran kecil.
3)
Industri
Terfragmentasi (Fragmented Industry)
Adalah
industri dimana perusahaan-perusahaan di dalamnya memiliki banyak peluang untuk
diferensiasi, tetapi peluang memiliki keunggulan kompetitif yang kecil.
4)
Industri
terspesialisasi (Specialized Industry)
Adalah
industri dimana di perusahaan-perusahaan didalamnya memiliki banyak peluang
diferensiasi, dan tiap diferensiasi menghasilkan keuntungan yang tinggi.
C. MENDIFERENSIASIKAN MENURUT LIMA MACAM DIMNSI
1. DIFERENSIASI PRODUK
Produk-produk fisik itu bervariasi dalam
potensinya untuk diferensiasi. Di ujung yang satu kita menemukan produk-produk
yang memungkinkan sedikit variasi tetapi disisi yang lain, masih mungkin
terjadi deferensiasi.
1.
Bentuk
Banyak
produk dapat didiferensiasi berdasarkan bentuk, ukuran, model, atau struktur
fisik sebuah produk.
2.
Keistimewaan
(feature)
Sebagian besar produk dapat
ditawarkan dengan berbagai keistimewaan, yakni karakteristik yang melengkapi
fungsi dasar produk. Upaya menjadi yang pertama dalam memperkenalkan
keistimewaan baru yang berharga merupakan salah satu dari cara yang paling
efektif untuk bersaing.
3.
Mutu
Kinerja
Sebagian besar produk ditetapkan
pada salah satu dari empat level kinerja: rendah, rata-rata, tinggi, dan super.
Mutu kinerja mengacu pada level dimana karakteristik dasar produk beroperasi.
4.
Mutu Kesesuaian
Pembeli mengharapkan produk yang dimiliki
mutu kesesuaian (Conformance quality) yang tinngi. Kualitas kesesuaian adalah
tingkat dimana semua unit yang diproduksi adalah identik dan memenuhi
spesifikasi sasaran yang dijanjikan.
5.
Daya
Tahan
Daya tahan (durability), suatu
ukuran usia operasi produk yang diharapkan dalam kondisi normal dan/atau berat,
merupakan atribut yang berharga untuk produk-produk tertentu.
6.
Keandalan
Keandalan
(realibilyty) adalah ukuran kemungkinan suatu produk tidak akan rusak atau
gagal dalam suatu periode waktu tertentu.
7.
Mudah
Diperbaiki
Adalah suatu ukuran kemudahan
untuk memperbaiki suatu produk yang rusak atau gagal.
8.
Gaya
Mengambarkan penampilan dan
perasaan yang ditimbulkan oleh produkitu bagi pembeli.
9.
Rancangan
(Design): Kekuatan Pemaduan
Rancangan akan menjadi salah
satu cara yang paling ampuh untuk mendeferensiasikan dan memposisikan produk
dan jasa perusahaan.
2.
DIFERENSIASI
PELAYANAN
Ketika produk fisik tidak mudah untuk
dideferensiasi, kunci keberhasilan dalam persaingan sering terletak pada penambahan
pelayanan yang menambah nilai serta meningkatkan mutu produk fisik tersebut.
- Kemudahan Pemesanan
Kemudahan pemesanan (ordering
ease) mengacu pada seberapa mudah pelanggan dapat melakukan pemesanan ke
perusahaan.
- Pengiriman
Pengiriman (Delivery) mengacu
pada seberapa baik produk atau jasa diserahkan kepada pelanggan. Hal itu
mencakup kecepatan, ketepatan, dan perhatian selama proses pengiriman.
- Pemasangan
Pemasangan (Installation)
mengacu pada pekerjaan yang dilakukan untuk membuat suatu produk beroperasi di
lokasi yang direncanakan.
- Pelatihan Pelanggan
Pelatihan Pelanggan (costomer
training) mengacu pada pelatihan para pegawai pelanggan untuk mengunakan
peralatan dari penjual secara tepat dan efisien.
- Konsultasi Pelanggan
Mengacu pada pelayanan data,
system informasi, dan saran yang diberikan penjual kepada pembeli.
- Pemeliharaan dan Perbaikan.
Merupakan program pelayanan
perusahaan untuk membantu pelanggan menjaga produk yang mereka beli dalam
kondisi kerja yang baik.
- Pelayanan Lain-lain
Perusahaan-perusahaan dapat
menemukan berbagai cara lain untuk mendiferensiasikan jasa pelanggan. Mereka
dapat menawarkan garnsi produk dan kontrak pemeliharan yang lebih baik baik
daripada pesaing mereka. Mereka dapat memberikan penghargaan.
3.
DIFERENSIASI
PERSONALIA
Perusahaan-perusahaan dapat memperoleh
keunggulan kompetitif yang kuat dengan memperkerjakan dan melatih orang-orang
yang lebih baik daripada pesaing mereka. Personalia yang terlatih menunjukkan
enam karakteristik:
- Kemampuan
Mereka
memiliki keahlian dan pengetahuan yang diperlukan.
- Kesopanan
Mereka ramah, menghormati dan
penuh perhatian.
- Kredibiltas
Mereka dapat dipercaya
- Dapat diandalan
Mereka memberikan pelayanan
secara konsisten dan akurat
- Cepat tanggap
Mereka cepat menanggapi
permintaan dan pemasalahan konsumen
- Komunikasi
Mereka
berusaha untuk memahami pelanggan dan berkomunikasi dengan jelas.
4.
DIFERENSIASI
SALURAN
Perusahaan-perusahaan dapat mencapai
keunggulan bersaing melalui cara mereka merancang saluran distribusi, terutama
yang menyangkut jangkauan, keahlian, dan kinerja saluran-saluran tersebut.
5.
DIFERENSIASI
CITRA
Identitas dan citra perlu dibedakan,
Identitas terdiri dari berbagai cara yang diarahkan perusahaan untuk
mengidentifikasikabn dirinya atau memposisikan diri atau produknya, sedangkan
Citra adalah persepsi masyarakat terhadap perusahaan atau produknya. Citra
dipengaruhi oleh banyak factor yang diluar control perusahaan. Citra yang
efektif melakukan tiga hal. Pertama, memantapkan karakter produk dan usulan
nilai, kedua, menyampaikan karakter itu dengan cara yang berbeda sehingga tidak
dikacaukan dengan karakter pesaing, ketiga, memberikan kekuatan emosionalyang
lebih dari sekedar citra mental. Supaya bisa berfungsi citra itu harus
disampaikan melalui setiap sarana komunikasi yang tersedia dan kontak merek.
1.
Lambang
Citra dapat diperkuat dengan
mengunakan symbol-simbol yang kuat.
2.
Media
Citra yang dipilih harus tampil
dalam iklan yang menyampaikan suatu cerita, suasana hati, pernyataan-suatu yang
jelas beda dengan yang lain.
3.
Suasana
Ruang fisik yang ditempati
organisasi merupakan penciptaan citra yang kuat lainnya.
4.
Peristiwa
Suatu perusahaan dapat membangun
suatu identitas melalui jenis kegiatan yang disponsorinya
POSITIONING
PASAR.
A. MENGEMBANGKAN
DAN MENGKOMUNIKASIKAN STRATEGI PENENTUAN POSISI
Suatu perbedaan patut dibuat sepanjang
memenuhi kriteria berikut:
Ø
Penting: Perbedaan itu memberikan manfaat yang bernilai
tinggi bagi cukup banyak pembeli.
Ø
Terbedakan: Perbedaan itu ditawarkan melalui cara yang khusus
Ø
Unggul: Perbedaan itu lebih unggul dibandingkan
cara-cara lain untuk mendapakan manfaat tertentu.
Ø
Dimiliki Satu Pihak: Perbedaan itu tidak mudah ditiru oleh
pesaing
Ø
Terjangkau; Pembeli mampu membayar perbedaan tersebut
Ø
Menguntungkan: Perusahaan akan memperoleh laba dengan
memperkenalkan perbedaan itu.
§
PENENTUAN POSISI (POSITIONING)
Adalah
tindakan merancang tawaran dan citra perusahaan sehingga menempati suatu posisi
yang terbedakan (di antara pesaingnya) di dalam benak pelanggan sasaran.
1. Penentuan Posisi Menurut Ries dan
Trout
Penentuan
posisi dimulai dengan produk, suatu barang, jasa, perusahaan, lembaga atau
bahkan orang…..tetapi penentu posisi bukanlah suatu yang anda lakukan terhadap
produk. Penentuan posisi adalah apa yang anda lakukan terhadap pikiran calon
pelanggan. Jadi, anda memposisikan produk itu dalam pikiran calon pelanggan.
Contoh: Coca-cola sebagai minuman ringan
terbesar di dunia, Porsche salah satu mobil sport terbaik di dunia, dll.
Merek-merek itu memiliki posisinya masing-masing dan akan sulit bagi pesaing
untuk mencurinya. Pesaing hanya memiliki tiga strategi.
Strategi pertama
adalah memperkuat posisinya sendiri saat ini dibenak konsumen.
Strategi kedua
adalah mencari dan merebut posisi baru yang belum ditempati.
Strategi ketiga adalah
mengeser (depositioning) atau mengubah (repositioning) posisi.
2. Berapa Banyak Perbedaan yang
Dipromosikan?
Setiap perusahaan harus memutuskan berapa
banyak perbedaan (misalnya, manfaat, keistimewaan) yang harus diajukan atau
dipromosikan kepada pelanggan sasarannya.
Tidak setiap orang menyetujui bahwa
penentuan posisi dengan manfaat-tunggal
(single-benefit positioning) adalah
yang terbaik. Penentuan posisi dengan
manfaat-ganda (double-benefit
positioning) mungkin perlu jika dua perusahaan atau lebih mengaku menjadi
yang terbaik pada atribut yang sama.
Saat perusahaan menambah jumlah pengakuan
terhadap manfaat merek mereka, mereka mengahadapi resiko ketidak percayaan dan
kehilangan penentuan posisi yang jelas. Secara umumm, perusahaan harus menghindari
empat kesalahan utama dalam penentuan posisi:
1.
Penentuan
posisi yang kurang (underpositioning)
2.
Penentuan
posisi yang berlebihan (overpositioning)
3.
Penentuan posisi yang
membingungkan (confused positioning)
4.
Penentuan posisi yang meragukan
(doubtful positioning)
Mengnali berbagai strategiposisi berbeda
yang mungkin:
§
Penentuan
posisi menurut atribut
§
Penentuan
posisi menurut manfaat
§
Penentuan
posisi menurut penggunaan/penerapan
§
Penentuan
posisi menurut pemakai
§
Penentuan
posisi menurut pesaing
§
Penentuan
posisi menurut kategori produk
§
Penentuan
posisi mutu/harga
3. Perbedaan Apa yang Dipromosikan?
Perbedaan yang nantinya akan dipromosikan
adalah sebagai berikut:
1.
Keunggulan
bersaing
2.
Posisi
perusahaan
3.
Posisi
pesaing
4.
Pentingnya
memperbaiki posisi
5.
Keterjangkauan
dan kecepatan
6.
Kemampuan
pesaing memperbaiki posisi
7.
Tindakan
yang direkomendasikan
4. Mengkomunikasikan Penentuan Posisi
Perusahaan
Setelah perusahaan mengembangkan strategi
penentuan posisi yang jelas, perusahaan harus mengkomunikasikan penentuan posisi
itu secara efektif.
B.
STRATEGI
PEMASARAN SEPANJANG SIKLUS HIDUP PRODUK
1. Konsep tentang siklus hidup produk
Mengatakan suatu produk memiliki siklus
hidup berarti menegaskan empat hal yaitu:
a.
Produk
memiliki umur yang terbatas
b.
Penjualan
produk melalui berbagai tahap yang berbeda, masing-masing memberikan tantangan,
peluang dan masalah yang berbeda bagi penjual.
c.
Laba
naik dan turun pada berbagai tahap yang berbeda selama siklus hidup produk.
d.
Produk
memerlukan strategi pemasaran, keuangan, manufaktur, pembelian, dan sumber daya
manusia yang berbeda dalam setiap tahap siklus hidupnya.
Kebanyakan siklus hidup terbagi menjadi
empat tahap.
a.
Perkenalan (introduction): Periode pertumbuhan
penjualan yang lambat saat produk itu diperkenalkan ke pasar. Pada tahap itu tak
ada laba karena besarnya biaya untuk memperkenalkan produk.
Ø
Strategi
Peluncuran cepat, Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan level promosi
yang tinggi.
Ø
Strategi
Peluncuran lambat, Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit
promosi.
Ø
Strategi
Penetrasi Cepat, Peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi tinggi
Ø
Strategi
penetrasi lambat, Peluncuran produk baru dengan harga rendah dan tingkat
promosi rendah.
b.
Pertumbuhan
(growrh): Periode penerimaan pasar
yang cepat dan peningkat laba yang besar.
Ø
Perusahaan
meningkatkan kualitas produk serta menambahkan ciri produk yang baru dan gaya
yang lebih baik.
Ø
Perusahaan
menambahkan model baru dan produk penyerta (yaitu produk-produk dengan berbagai
ukuran, rasa, dan sebagainya yang melindungi produk utama).
Ø
Perusahaan
memasuki segmen pasar baru
Ø
Perusahaan
meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi baru.
Ø
Perusahaan
beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product-awarenss advertising) keiklan yang membuat orang lebih
memiliki produk tertentu (product-preference
advertising).
Ø
Perusahaan
menurunkan harga untuk menarik lapisan berikutnya yang terdiri dari pembli yang
sensitif terhadap harga.
c.
Kedewasaan/Kemampuan
(maturity): Periode penurunan
pertumbuhan penjualan karena produk itu telah diterima oleh sebagian besar
pembeli potensial. Laba stabil dan menurun karma persaingan meningkat.
Ø
Modifikasi Pasar: Volume = jumlah pemakai merek x tingkat pemakai
pemakai
a)
Menarik
orang yang bukan pemakai
b)
Memasuki
segmen pasar baru
c)
Memenangkan
pelanggan pesaing
Ø
Modifikasi
Produk
a)
Strategi
peningkatan kualitas (quality
improvement)
b)
Strategi
peningkatan keistimewaan (feature
improvement)
c)
Strategi
peningkatan gaya (style improvement)
Ø
Modifikasi
bauran Pemasaran
a)
Harga
b)
Distribusi
c)
Periklanan
d)
Promosi
penjualan
e)
Penjualan
personal
f)
Pelayanan
c.
Penurunan
(decline): Periode saat penjualan
menunjukan arah yang menurun dan laba yang menipis
Ø
Meningkatkan
investasi perusahaan (untuk mendominasi atau memperkuat posisi persaingan)
Ø
Mempertahankan
level investasi perusahaan sampai ketidakpastian tentang industri itu
terselesaikan
Ø
Mengurangi
level investasi perusahaan secara selektif, dengan melepas kelompok pelanggan
yang tidak menguntungkan, sambil memperkuat investasi perusahaan di tempat-tempat
yang menguntungkan
Ø
Menuai
(”memerah”) investasi perusahaan untuk memulihkan kas kecepatannya
Ø
Melepas
bisnis itu secepatnya denagn menjual asetnya dengan cara yang paling
menguntungkan
C.
EVOLUSI
PASAR
Seperti produk pasar juga berevolusi
melalui empat tahap: kemnculan, pertumbuhan, kedewasaan, penurunan.
a.
Tahap
kemunculan: Sebelum suatu pasar terwujud, pasar itu muncul sebagai pasar laten
b.
Tahap
pertumbuhan: Jika penjualan produk baru itu memuaskan, berbagai perusahaan baru
memasuki pasar, mengarah ke tahap pertumbuhanpasar.
c.
Tahap
Kedewasaan: Akhirnya, persaingan meliputi dan melayani semua segmen pasar utama
dan pasar memasuki tahap kdewasaan
d.
Tahap
penurunan: Akhirnya permintaan pasar untuk produk saat ini akan mulai
berkurang, dan pasar akan memasuki tahap penurunan
D. DINAMIKA PERSAINGAN ATRIBUT
Persaingan
menghasilkan suatu rangkaian yang terus-menerus mengenai atribut produk yang
baru. Pendekatan yang dilakukan prusahaan ada empat yaitu:
1. Proses survei pelanggan untuk
mengidentifikasikan produk baru
2. Proses intuitif, wirausahawan memperoleh
firasat dan melakukan pengembangan produk dan tanpa banyak riset pemasaran
3. Mengatakan bahwa atribut baru muncul lewat
proses dialektika
4.
Menyatakan bahwa atribut baru
muncul lewat proses hierarki kebutuhan.
Penggunaan actual atribut baru di pasar lebih
rumit dari pada yang disarankan teori yang sederhana. Kita tidak boleh
meremehkan peranan proses teknologi dan sosial dalam mempengaruhi munculnya
atribut baru.
Daftar Pustaka
Kotler, Philip.2002. Manjemen Pemasaran: Mempromosikan Penawaran
Pasar Sepanjang Daur Hidup Produk. Jakarta: PT. Prenhalilldo: 325-365.
Super, Sarfin. 2013. ”Manajemen Pemasaran:
Diferensiasi dan Positioning.” (Online), (http:
//www. Menejemenuh.blogspot.com/2013/01/diferensiasi-dan-positioning.html).
Syaiful, Muh..2009. ”Diferensiasi dan
Positioning”. (Online), (http: //www.
saefulsaehu.blogspot.com/2009/08/diferensiasi-dan-positioning.html).