Minggu, 24 April 2016

Ketika ada orang lain yang meminta kamu untuk berubah (menjadi orang lain),,
sebaiknya jangan diikutin, 
karena semua itu akan membuat kamu tidak nyaman,
menjadi diri sendiri itu jauh lebih baik, dan bersyukur dengan keadaanmu yang sekarang.
sengguh tak bisa dipungkiri kalau terkadang seseorang bisa lemah dengan yang namanya cinta. tapi samua itu harus dpikir ulang untuk masa kedepannya. 
HARUS TETAP SEMANGAT

Selasa, 12 April 2016

CONTOH PROPOSAL MAGANG

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Program Diploma III Bahasa Inggris merupakan program vokasional, dimana kurikulum dirancang lebih menitikberatkan pada penerapan praktek berbahasa Inggris dibandingkan teori. Program Diploma III bahasa inggris mempunyai dua minat pengajaran yaitu  minat pengajaran bahasa inggris dan  minat komunikasi bisnis. Sesuai dengan kurikulum yang  berlaku mahasiswa diwajibkan memilih salah satu minat tersebut. Dalam hal ini penulis memilih minat komunikasi bisnis. Komunikasi bisnis adalah salah satu minat dengan fokus kompetensi di bidang komunikasi bisnis, sehingga  penulis mendapatkan banyak pengetahuan di bidang komunikasi bisnis. Dengan demikian , penulis ingin mendapatkan lebih banyak pengetahuan selain yang penulis dapatkan selama perkuliahan. Program magang atau praktik kerja lapangan wajib dilaksanakan bagi mahasiswa semester akhir,  sebagai bahan penulisan tugas akhir dan memberi pengalaman praktik kerja kepada mahasiswa. Perkembangan yang terjadi dalam dunia bisnis menyebabkan terjadinya kesenjangan antara teori dengan praktik, sehingga dengan magang atau praktik kerja lapangan mahasiswa memiliki gambaran tentang kondisi nyata yang terjadi di dalam dunia komunikasi bisnis. Pada program magang ini penulis memilih Jawa Pos sebagai tempat magang. Penulis memilih Jawa Pos karena disanalah tempat yang dapat mendukung dalam pengaplikasian proses belajar selama perkuliahan. Dengan berbekal pengetahuan Bahasa Inggris dan pengetahuan beberapa disiplin ilmu selama kuliah, diharapkan program magang atau kerja praktik lapangan ini dapat memberikan pengalaman serta pengaplikasian secara nyata tentang dunia kerja yang berhubungan dengan penggunaan Bahasa Inggris dalam media.

1.2  Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari program magang ini adalah:
  1. Mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga pelaksana yang profesional di dunia kerja.
  2. Meningkatkan skill seperti yang diajarkan saat perkuliahan, terutma dalam hal media dan translation.
  3. Mengenalkan dunia kerja kepada mahasiswa, sebelum memulai pekerjaan yang sungguhnya.

1.3  Manfaat
Manfaat bagi mahasiswa:
  1. Mahasiswa lebih memahami permasalahan yang ada pada lingkungan praktik.
  2. Mahasiswa mampu mengaplikasikan teori yang telah didapat dari proses perkuliahan.
  3. Memperoleh pengalaman untuk terlibat langsung dengan pekerjaan di sebuah instansi.
  4. Sebagai orientasi awal memahami suasana kerja di sebuah instansi
  5. Memahami tingkat kesulitan dan permasalahan yang dihadapi dalam praktiknya.
  6. Sebagai evaluasi diri untuk lebih mengembangkan kemampuan.
1.4 Manfaat bagi Program Diploma III Bahasa Inggris :
  1. Mampu menghasilkan lulusan yang telah memiliki pengalaman di bidang komunikasi bisnis didalam Bahasa Inggris.
  2. Informasi dari program magang atau praktik kerja lapangan dapat digunakan untuk memperbaiki kurikulum agar sesuai dengan perkembangan dunia komunikasi bisnis.
  3. Membina kerjasama antara D3 bahasa inggris dengan pihak Jawa Pos.
1.5 Manfaat bagi Dunia Komunikasi Bisnis
  1. Sebagai sarana untuk lebih memperkuat kerjasama antara Jawa Pos dengan Universitas Airlangga.
  2. Mengetahui kualitas pendidikan yang ada pada Diploma III Bahasa Inggris.
  3. Sebagai sarana untuk merekrut tenaga kerja pada saat membutuhkan SDM untuk level pelaksana.
1.4  Permasalahan
Penulis memperkirakan akan mendapat beberapa permasalahan yang hendak didapat ketika penulis mengikuti program magang di praktik kerja lapangan ini.Yang akan dihadapi penulis pada program magang,seperti:
  1. Beradaptasi dengan pekerja Jawa pos
  2. Beradaptasi dengan konsumen
  3. Mengenal bagian – bagian devisi yang ada di Jawa Pos seperti reporter, editor dll.
Dengan mata kuliah yang telah didapat selama perkuliahan, penulis yakin bahwa penulis mampu menghadapi atau memberi solusi terbaik  apabila terdapat permasalahan tersebut.

BAB II
RUANG LINGKUP MAGANG
(PRAKTIK KERJA LAPANGAN)

Magang atau kerja praktik menitikberatkan pada upaya pemberian alternatif pemecahan masalah yang dihadapi dalam dunia komunikasi saat ini. Bekal mata kuliah yang telah diperoleh, khususnya mata kuliah kompetensi pada dunia komunikasi yang mendukung kegiatan magang sampai dengan akhir semester antara lain:

1. Psikologi Pelayanan
Memahami aspek-aspek psikologis yang berkaitan dengan pelayanan kepada konsumen.
2. Bahasa Indonesia
Melatih keterampilan menulis karya ilmiah dengan kaidah Bahasa  Indonesia serta cara-cara berpidato dan berdiskusi, baik secara teori maupun praktik dengan tujuan agar mampu menggunakan Bahasa Indonesia baik komunikasi lisan maupun tertulis dengan benar.
3.      Pengantar Bisnis
Memahami pengenalan tentang dunia bisnis dan kewirausahaan, managemen organisasi perkantoran, pemasaran, pembelanjaan, personalia, dan produksi serta alat-alat pengendalian menejemen, meliputi akutansi, statistik, dan komputer.
4.      Computer Applications
Pengenalan tentang program-program aplikasi komputer, seperti MS Word, MS Exel, Power Point, MS Access, serta pengenalan internet.
5.      Public Speaking
Pengembangan keahlian speaking (berbicara dalam Bahasa Inggris), dengan mempelajari proses dan teori komunikasi dengan penerapan aplikasi prinsip-prinsip komunikasi pada berbagai situasi wicara.
6.      Listening
Mempelajari dan memahami berbagai tipe wacana lisan Bahasa Inggris.
7.      Structure
Memahami structure kalimat Bahasa Inggris. Penekanan diberikan pada latihan-latihan kalimat kontekstual yang rumit dan kompleks dan analisa kesalahan-kesalahan pada kalimat-kalimat atau wacana-wacana yang diberikan.
8.      Pronunciation
Memahami dan melatih pengucapan Bahasa Inggris yang sedekat mungkin dengan penutur asli.
9.      Reading
Memahami dan melatih keterampilan membaca teks-teks ilmiah dengan cepat dan dalam waktu yang terbatas seperti yang ada dalam textbook dari berbagai disiplin ilmu, dengan tujuan agar mampu menyimpulkan apa yang telah dibaca secara tepat dan cepat.
10.  Writing
Memahami cara menyusunan suatu karya tulis yang sesuai dengan kaidah-kaidah standar Bahasa Inggris.
11.  Terjemahan Inggris-Indonesia
Memahami dan melatih cara menerjemahkan teks Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.
12.  Terjemahan Indonesia-Inggris
Memahami dan melatih cara menerjemahkan teks Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris.
13.  Intercultural Business Communication
Memahami pengertian dasar Komunikasi Bisnis serta penerapannya.Membangun pengertian komunikasi bisnis dalam budaya yang berbeda.

14.  Business presentation
Mata kuliah ini mengajarkan mengenai teknik-teknik dalam melakukan presentasi bisnis, baik mengenai produk maupun mengenai organisasi. Teknik yang diajarkan     meliputi pemilihan kata yang tepat, inotasi, penggunaan sarana visual dan cara  menjawab pertanyaan, serta penggunaan bahasa tubuh sehingga proses presentasi tidak membosankan dan mencapai sasaran dan tujuan yang diinginkan.
15.  Public Relations
Mempelajari tugas-tugas Public Relations dalam menjalin hubungan yang baik dengan publik, seperti customers, suppliers, dealers, dan stakeholders. Penekanan khusus diberikan dengan hubungan pada media, khususnya dalam penulisan press release dan mengadakan press conference.
16.  Cross Cultural Understanding
Mempelajari pergaulan baik formal maupun informal, konotasi kata-kata berbagai bahasa dunia.
17.  Introduction to Linguistic
Mempelajari ilmu Bahasa Inggris serta pengembangan bahasa, baik variasi sosial maupun regional.
18.  English Media and Advertising
Mempelajari dasar-dasar yang berkenaan dengan menulis berita di sebuah media dan menunjukan apa saja yang perlu diperhatikan selama menulis berita.

BAB III
PELAKSANAAN MAGANG
(PRAKTIK KERJA LAPANGAN)

 3.1   Lokasi Magang (Praktik Kerja Lapangan)
Lokasi magang dilaksanakan di : Jawa Pos, Jalan A. Yani No.88 Surabaya.

3.2    Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan ± 1 bulan terhitung mulai tanggal 20 Januari 2014
3.3       Peserta
Peserta magang atau Praktik Kerja Lapangan adalah mahasiswa Program Diploma III Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya, dengan nama sebagai berikut:
1.      Rr. Elle Putri
2.      M. Jauhar Navis
3.      Yesi Eva Susanti

BAB IV
PENUTUP

Proposal ini disusun sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan magang atau Praktik Kerja Lapangan di Jawa Pos. Program Diploma III Bahasa Inggris sebagai lembaga akademis yang bertanggung jawab menghasilkan lulusan yang berkualitas sangat berharap kesediaan Jawa Pos sebagai tempat magang mahasiswa sehingga wawasan praktik di bidang media informasi lebih terasah. Kerjasama yang tercipta diharapkan mampu mengurangi kesenjagan antara teori dan praktik.

Pada akhirnya jika terdapat ketidaksesuaian dengan keinginan dan kebutuhan perusahaan maka dapat didiskusikan pada awal pelaksanaan magang atau Praktik Kerja Lapangan.

Mengetahui,
Ketua Program Studi
Program Diploma III Bahasa Inggris
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga


Noerhayati Ika Putri, M.A.
NIP. 197807162005012002
 
http://www.mediapustaka.com/2015/01/contoh-pengajuan-proposal-magang-di.html

UJIAN MANAJEMEN PEMASARAN "DIFERNSIASI DAN POSITIONING PASAR"

MAKALAH MANEJEMEN PEMASARAN
DIFERNSIASI DAN POSITIONING PASAR




 














Oleh:

DEVI EKO SETYANINGSIH
B.133.13.0077


DIII MANAJEMEN PERUSAHAAN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEMARANG
2014
DIFERENSIASI

A.      BAGAIMANA MELAKUKAN DIFERENSIASI

     
      Crego dan Schiffrin menyatakan bahwa organisasi yang berorientasi pelanggan harus mempelajari apa yang dihargai oleh konsumen dan kemudian menyiapkan suatu tawaran yang melebihi harapan mereka. Sedangkan yang harus dilakukan adalah :

1.      Mendefinisikan model nilai pelanggan
      Perusahaan pertama-tama mendaftarkan semua factor produk dan jasa yang mungkin mempengaruhi persepsi nilai pelanggan sasaran.
2.      Membentuk hierarki nilai pelanggan
      Perusahaan sekarang menempatkan tiap factor pada salah satu dari empat kelompok: dasar, yang diharapkan, yang diinginkan, dan yang tidak diantisipasi.
3.      Menentukan Paket nilai pelanggan
      Sekarang perusahaan memilih kombinasi produk berwujud dan tak berwujud, pengalaman, dan hasil pikiran yang dirancang untuk melebihi para pesaing dan memenangkan kesukaan serta kesetiaan pelanggan.


B. PENGERTIAN DIFERENSIASI

      Diferensiasi adalah tindakan merancang satu set perbedaaan yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dari penawaran pesaing (Kotler, 1997).

Jumlah peluang diferensiasi berbeda-beda untuk tiap jenis industri. Boston Consulting Group telah membedakan empat jenis industri berdasarka jumlah keunggulan kompetitif yang tersedia dan ukurannya





         Jumlah Pendekatan untuk Mencapai Keunggulan

Ukuran Keunggulan
Besar

Volume

Terspesialisasi
Kecil

Mati langkah

Terbagi-bagi











Gambar 1.1
                                               
                   Matrik Keunggulan Kempetitif BCG


1)      Industri Volume (Volume Industry)
      Adalah industri dimana perusahaan didalamnya hanya dapat memperoleh sedikit keunggulan kompetitif tetapi berukuran cukup besar.
2)      Industri Mati Langkah (Stalemate Industry)
      Adalah industri yang didalamnya hanya terdapat sedikit potensi keunggulan kompetitif dan masing-masing berukuran kecil.
3)      Industri Terfragmentasi (Fragmented Industry)
      Adalah industri dimana perusahaan-perusahaan di dalamnya memiliki banyak peluang untuk diferensiasi, tetapi peluang memiliki keunggulan kompetitif yang kecil.
4)      Industri terspesialisasi (Specialized Industry)
      Adalah industri dimana di perusahaan-perusahaan didalamnya memiliki banyak peluang diferensiasi, dan tiap diferensiasi menghasilkan keuntungan yang tinggi.





C. MENDIFERENSIASIKAN MENURUT LIMA MACAM DIMNSI

1.      DIFERENSIASI PRODUK

      Produk-produk fisik itu bervariasi dalam potensinya untuk diferensiasi. Di ujung yang satu kita menemukan produk-produk yang memungkinkan sedikit variasi tetapi disisi yang lain, masih mungkin terjadi deferensiasi.
1.      Bentuk
      Banyak produk dapat didiferensiasi berdasarkan bentuk, ukuran, model, atau struktur fisik sebuah produk.
2.      Keistimewaan (feature)
      Sebagian besar produk dapat ditawarkan dengan berbagai keistimewaan, yakni karakteristik yang melengkapi fungsi dasar produk. Upaya menjadi yang pertama dalam memperkenalkan keistimewaan baru yang berharga merupakan salah satu dari cara yang paling efektif untuk bersaing.
3.      Mutu Kinerja
      Sebagian besar produk ditetapkan pada salah satu dari empat level kinerja: rendah, rata-rata, tinggi, dan super. Mutu kinerja mengacu pada level dimana karakteristik dasar produk beroperasi.
4.      Mutu Kesesuaian
      Pembeli mengharapkan produk yang dimiliki mutu kesesuaian (Conformance quality) yang tinngi. Kualitas kesesuaian adalah tingkat dimana semua unit yang diproduksi adalah identik dan memenuhi spesifikasi sasaran yang dijanjikan.
5.      Daya Tahan
      Daya tahan (durability), suatu ukuran usia operasi produk yang diharapkan dalam kondisi normal dan/atau berat, merupakan atribut yang berharga untuk produk-produk tertentu.
6.      Keandalan
      Keandalan (realibilyty) adalah ukuran kemungkinan suatu produk tidak akan rusak atau gagal dalam suatu periode waktu tertentu.
7.      Mudah Diperbaiki
      Adalah suatu ukuran kemudahan untuk memperbaiki suatu produk yang rusak atau gagal.
8.      Gaya
      Mengambarkan penampilan dan perasaan yang ditimbulkan oleh produkitu bagi pembeli.
9.      Rancangan (Design): Kekuatan Pemaduan
      Rancangan akan menjadi salah satu cara yang paling ampuh untuk mendeferensiasikan dan memposisikan produk dan jasa perusahaan.

2.      DIFERENSIASI PELAYANAN

      Ketika produk fisik tidak mudah untuk dideferensiasi, kunci keberhasilan dalam persaingan sering terletak pada penambahan pelayanan yang menambah nilai serta meningkatkan mutu produk fisik tersebut.

  1. Kemudahan Pemesanan
      Kemudahan pemesanan (ordering ease) mengacu pada seberapa mudah pelanggan dapat melakukan pemesanan ke perusahaan.
  1. Pengiriman
      Pengiriman (Delivery) mengacu pada seberapa baik produk atau jasa diserahkan kepada pelanggan. Hal itu mencakup kecepatan, ketepatan, dan perhatian selama proses pengiriman.
  1. Pemasangan
      Pemasangan (Installation) mengacu pada pekerjaan yang dilakukan untuk membuat suatu produk beroperasi di lokasi yang direncanakan.
  1. Pelatihan Pelanggan
      Pelatihan Pelanggan (costomer training) mengacu pada pelatihan para pegawai pelanggan untuk mengunakan peralatan dari penjual secara tepat dan efisien.
  1. Konsultasi Pelanggan
      Mengacu pada pelayanan data, system informasi, dan saran yang diberikan penjual kepada pembeli.
  1. Pemeliharaan dan Perbaikan.
      Merupakan program pelayanan perusahaan untuk membantu pelanggan menjaga produk yang mereka beli dalam kondisi kerja yang baik.
  1. Pelayanan Lain-lain
      Perusahaan-perusahaan dapat menemukan berbagai cara lain untuk mendiferensiasikan jasa pelanggan. Mereka dapat menawarkan garnsi produk dan kontrak pemeliharan yang lebih baik baik daripada pesaing mereka. Mereka dapat memberikan penghargaan.

3.      DIFERENSIASI PERSONALIA

      Perusahaan-perusahaan dapat memperoleh keunggulan kompetitif yang kuat dengan memperkerjakan dan melatih orang-orang yang lebih baik daripada pesaing mereka. Personalia yang terlatih menunjukkan enam karakteristik:

  1. Kemampuan
      Mereka memiliki keahlian dan pengetahuan yang diperlukan.
  1. Kesopanan
      Mereka ramah, menghormati dan penuh perhatian.
  1. Kredibiltas
      Mereka dapat dipercaya
  1. Dapat diandalan
      Mereka memberikan pelayanan secara konsisten dan akurat
  1. Cepat tanggap
      Mereka cepat menanggapi permintaan dan pemasalahan konsumen
  1. Komunikasi
      Mereka berusaha untuk memahami pelanggan dan berkomunikasi dengan jelas.

4.      DIFERENSIASI SALURAN

      Perusahaan-perusahaan dapat mencapai keunggulan bersaing melalui cara mereka merancang saluran distribusi, terutama yang menyangkut jangkauan, keahlian, dan kinerja saluran-saluran tersebut.

5.      DIFERENSIASI CITRA

      Identitas dan citra perlu dibedakan, Identitas terdiri dari berbagai cara yang diarahkan perusahaan untuk mengidentifikasikabn dirinya atau memposisikan diri atau produknya, sedangkan Citra adalah persepsi masyarakat terhadap perusahaan atau produknya. Citra dipengaruhi oleh banyak factor yang diluar control perusahaan. Citra yang efektif melakukan tiga hal. Pertama, memantapkan karakter produk dan usulan nilai, kedua, menyampaikan karakter itu dengan cara yang berbeda sehingga tidak dikacaukan dengan karakter pesaing, ketiga, memberikan kekuatan emosionalyang lebih dari sekedar citra mental. Supaya bisa berfungsi citra itu harus disampaikan melalui setiap sarana komunikasi yang tersedia dan kontak merek.

1.      Lambang
      Citra dapat diperkuat dengan mengunakan symbol-simbol yang kuat.
2.      Media
      Citra yang dipilih harus tampil dalam iklan yang menyampaikan suatu cerita, suasana hati, pernyataan-suatu yang jelas beda dengan yang lain. 
3.      Suasana
      Ruang fisik yang ditempati organisasi merupakan penciptaan citra yang kuat lainnya.
4.      Peristiwa
      Suatu perusahaan dapat membangun suatu identitas melalui jenis kegiatan yang disponsorinya








POSITIONING PASAR.


A. MENGEMBANGKAN DAN MENGKOMUNIKASIKAN STRATEGI PENENTUAN POSISI

Suatu perbedaan patut dibuat sepanjang memenuhi kriteria berikut:
Ø  Penting: Perbedaan itu memberikan manfaat yang bernilai tinggi bagi cukup banyak pembeli.
Ø  Terbedakan: Perbedaan itu ditawarkan melalui cara yang khusus
Ø  Unggul: Perbedaan itu lebih unggul dibandingkan cara-cara lain untuk mendapakan manfaat tertentu.
Ø  Dimiliki Satu Pihak: Perbedaan itu tidak mudah ditiru oleh pesaing
Ø  Terjangkau; Pembeli mampu membayar perbedaan tersebut
Ø  Menguntungkan: Perusahaan akan memperoleh laba dengan memperkenalkan perbedaan itu.


§  PENENTUAN POSISI (POSITIONING)
      Adalah tindakan merancang tawaran dan citra perusahaan sehingga menempati suatu posisi yang terbedakan (di antara pesaingnya) di dalam benak pelanggan sasaran.

1. Penentuan Posisi Menurut Ries dan Trout
      Penentuan posisi dimulai dengan produk, suatu barang, jasa, perusahaan, lembaga atau bahkan orang…..tetapi penentu posisi bukanlah suatu yang anda lakukan terhadap produk. Penentuan posisi adalah apa yang anda lakukan terhadap pikiran calon pelanggan. Jadi, anda memposisikan produk itu dalam pikiran calon pelanggan.
      Contoh: Coca-cola sebagai minuman ringan terbesar di dunia, Porsche salah satu mobil sport terbaik di dunia, dll. Merek-merek itu memiliki posisinya masing-masing dan akan sulit bagi pesaing untuk mencurinya. Pesaing hanya memiliki tiga strategi.

Strategi pertama adalah memperkuat posisinya sendiri saat ini dibenak konsumen.
Strategi kedua adalah mencari dan merebut posisi baru yang belum ditempati.
Strategi ketiga adalah mengeser (depositioning) atau mengubah (repositioning) posisi.

2. Berapa Banyak Perbedaan yang Dipromosikan?
      Setiap perusahaan harus memutuskan berapa banyak perbedaan (misalnya, manfaat, keistimewaan) yang harus diajukan atau dipromosikan kepada pelanggan sasarannya.
      Tidak setiap orang menyetujui bahwa penentuan posisi dengan manfaat-tunggal (single-benefit positioning) adalah yang terbaik. Penentuan posisi dengan manfaat-ganda (double-benefit positioning) mungkin perlu jika dua perusahaan atau lebih mengaku menjadi yang terbaik pada atribut yang sama.
      Saat perusahaan menambah jumlah pengakuan terhadap manfaat merek mereka, mereka mengahadapi resiko ketidak percayaan dan kehilangan penentuan posisi yang jelas. Secara umumm, perusahaan harus menghindari empat kesalahan utama dalam penentuan posisi:
1.      Penentuan posisi yang kurang (underpositioning)
2.      Penentuan posisi yang berlebihan (overpositioning)
3.      Penentuan posisi yang membingungkan (confused positioning)
4.      Penentuan posisi yang meragukan (doubtful positioning)
      Mengnali berbagai strategiposisi berbeda yang mungkin:
§  Penentuan posisi menurut atribut
§  Penentuan posisi menurut manfaat
§  Penentuan posisi menurut penggunaan/penerapan
§  Penentuan posisi menurut pemakai
§  Penentuan posisi menurut pesaing
§  Penentuan posisi menurut kategori produk
§  Penentuan posisi mutu/harga

3. Perbedaan Apa yang Dipromosikan?
      Perbedaan yang nantinya akan dipromosikan adalah sebagai berikut:
1.      Keunggulan bersaing
2.      Posisi perusahaan
3.      Posisi pesaing
4.      Pentingnya memperbaiki posisi
5.      Keterjangkauan dan kecepatan
6.      Kemampuan pesaing memperbaiki posisi
7.      Tindakan yang direkomendasikan

4. Mengkomunikasikan Penentuan Posisi Perusahaan
Setelah perusahaan mengembangkan strategi penentuan posisi yang jelas, perusahaan harus mengkomunikasikan penentuan posisi itu secara efektif. 

B.   STRATEGI PEMASARAN SEPANJANG SIKLUS HIDUP PRODUK

1.      Konsep tentang siklus hidup produk

Mengatakan suatu produk memiliki siklus hidup berarti menegaskan empat hal yaitu:
a.       Produk memiliki umur yang terbatas
b.      Penjualan produk melalui berbagai tahap yang berbeda, masing-masing memberikan tantangan, peluang dan masalah yang berbeda bagi penjual.
c.       Laba naik dan turun pada berbagai tahap yang berbeda selama siklus hidup produk.
d.      Produk memerlukan strategi pemasaran, keuangan, manufaktur, pembelian, dan sumber daya manusia yang berbeda dalam setiap tahap siklus hidupnya.
Kebanyakan siklus hidup terbagi menjadi empat tahap.
a.       Perkenalan (introduction): Periode pertumbuhan penjualan yang lambat saat produk itu diperkenalkan ke pasar. Pada tahap itu tak ada laba karena besarnya biaya untuk memperkenalkan produk.
Ø  Strategi Peluncuran cepat, Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan level promosi yang tinggi.
Ø  Strategi Peluncuran lambat, Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi.
Ø  Strategi Penetrasi Cepat, Peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi tinggi
Ø  Strategi penetrasi lambat, Peluncuran produk baru dengan harga rendah dan tingkat promosi rendah.
b.      Pertumbuhan (growrh): Periode penerimaan pasar yang cepat dan peningkat laba yang besar.
Ø  Perusahaan meningkatkan kualitas produk serta menambahkan ciri produk yang baru dan gaya yang lebih baik.
Ø  Perusahaan menambahkan model baru dan produk penyerta (yaitu produk-produk dengan berbagai ukuran, rasa, dan sebagainya yang melindungi produk utama).
Ø  Perusahaan memasuki segmen pasar baru
Ø  Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi baru.
Ø  Perusahaan beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product-awarenss advertising) keiklan yang membuat orang lebih memiliki produk tertentu (product-preference advertising).
Ø  Perusahaan menurunkan harga untuk menarik lapisan berikutnya yang terdiri dari pembli yang sensitif terhadap harga.
c.       Kedewasaan/Kemampuan (maturity): Periode penurunan pertumbuhan penjualan karena produk itu telah diterima oleh sebagian besar pembeli potensial. Laba stabil dan menurun karma persaingan meningkat.
Ø  Modifikasi Pasar: Volume = jumlah pemakai merek x tingkat pemakai
                                                                              pemakai
a)      Menarik orang yang bukan pemakai
b)      Memasuki segmen pasar baru
c)      Memenangkan pelanggan pesaing
Ø  Modifikasi Produk
a)      Strategi peningkatan kualitas (quality improvement)
b)      Strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement)
c)      Strategi peningkatan gaya  (style improvement)
Ø  Modifikasi bauran Pemasaran
a)      Harga
b)      Distribusi
c)      Periklanan
d)     Promosi penjualan
e)      Penjualan personal
f)       Pelayanan
c.       Penurunan (decline): Periode saat penjualan menunjukan arah yang menurun dan laba yang menipis
Ø  Meningkatkan investasi perusahaan (untuk mendominasi atau memperkuat posisi persaingan)
Ø  Mempertahankan level investasi perusahaan sampai ketidakpastian tentang industri itu terselesaikan
Ø  Mengurangi level investasi perusahaan secara selektif, dengan melepas kelompok pelanggan yang tidak menguntungkan, sambil memperkuat investasi perusahaan di tempat-tempat yang menguntungkan
Ø  Menuai (”memerah”) investasi perusahaan untuk memulihkan kas kecepatannya
Ø  Melepas bisnis itu secepatnya denagn menjual asetnya dengan cara yang paling menguntungkan

C.   EVOLUSI PASAR

      Seperti produk pasar juga berevolusi melalui empat tahap: kemnculan, pertumbuhan, kedewasaan, penurunan.
a.       Tahap kemunculan: Sebelum suatu pasar terwujud, pasar itu muncul sebagai pasar laten
b.      Tahap pertumbuhan: Jika penjualan produk baru itu memuaskan, berbagai perusahaan baru memasuki pasar, mengarah ke tahap pertumbuhanpasar.
c.       Tahap Kedewasaan: Akhirnya, persaingan meliputi dan melayani semua segmen pasar utama dan pasar memasuki tahap kdewasaan
d.      Tahap penurunan: Akhirnya permintaan pasar untuk produk saat ini akan mulai berkurang, dan pasar akan memasuki tahap penurunan

D.   DINAMIKA PERSAINGAN ATRIBUT

      Persaingan menghasilkan suatu rangkaian yang terus-menerus mengenai atribut produk yang baru. Pendekatan yang dilakukan prusahaan ada empat yaitu:
1.      Proses survei pelanggan untuk mengidentifikasikan produk baru
2.      Proses intuitif, wirausahawan memperoleh firasat dan melakukan pengembangan produk dan tanpa banyak riset pemasaran
3.      Mengatakan bahwa atribut baru muncul lewat proses dialektika
4.      Menyatakan bahwa atribut baru muncul lewat proses hierarki kebutuhan.
      Penggunaan actual atribut baru di pasar lebih rumit dari pada yang disarankan teori yang sederhana. Kita tidak boleh meremehkan peranan proses teknologi dan sosial dalam mempengaruhi munculnya atribut baru.











































Daftar Pustaka

Kotler, Philip.2002. Manjemen Pemasaran: Mempromosikan Penawaran Pasar Sepanjang Daur Hidup Produk. Jakarta: PT. Prenhalilldo: 325-365.
Super, Sarfin. 2013. ”Manajemen Pemasaran: Diferensiasi dan Positioning.” (Online), (http: //www. Menejemenuh.blogspot.com/2013/01/diferensiasi-dan-positioning.html).
Syaiful, Muh..2009. ”Diferensiasi dan Positioning”. (Online), (http: //www. saefulsaehu.blogspot.com/2009/08/diferensiasi-dan-positioning.html).